Senin, 20 Januari 2020

Kenal Budaya Warga di Pulau Payung Kepulauan Seribu

Apa awalnya Anda pernah memikirkan nikmati ketenangan Pulau Payung Kepulauan Seribu? Pulau Payung kelihatannya kurang terkenal di golongan warga. Ini kemungkinan karena disebabkan jumlahnya penduduknya yang relatif sedikit antara pulau-pulau yang lain yang berada di Kepulauan Seribu. Pulau ini masih tergantung pada pulau yang lain seperti Pulau Tidung. Ini jelas membuat ongkos hidup warga disana membengkak. Pulau Payung adalah satu dari empat pulau yang masuk ke kelurahan Pulau Tidung, Kecamatan Seribu Selatan. Ada dua nama Payung, yakni Pulau Payung Besar serta Pulau Payung Kecil. Antara pulau-pulau itu cuma Pulau Payung Besar yang ditempati masyarakat.

Jumlahnya Masyarakat di Pulau Payung 


Sedikit masyarakat yang tinggal di Pulau Payung Kepulauan Seribu. Pada pertengahan Mei tahun 2015, tertera cuma ada 167 orang saja yang menempati tempat itu. Dimana dengan administratif masyarakat itu masuk dalam RT 006 RW 004 Kelurahan Pulau Tidung. Pulau ini terhampar seluas 20 hektar saja. Tetapi, cuma sepertiga daerah yang menjadi pemukiman masyarakat.Pemukiman masyarakat ini di jepit oleh tanah yang disebut punya orang lain di luar pulau ini, serta beberapa tanah yang lain digunakan untuk membuat Vila. Walau sudah ada Vila di pulau ini, kunjungan dari beberapa pelancong ini belum juga seutuhnya dirasa oleh masyarakat dari Payung tersebut. Di akhir minggu, umumnya senang ada pelancong yang sekedar hanya berkunjung tetapi banyaknya belum juga sekitar pulau yang lain. Berikut yang membuat pulau ini masih terbangun kealamiannya. Pelancong mulai hadir ke pulau ini semenjak tahun 2010-2011. Dimana diikuti dengan ramainya warung-warung penjual makanan yang berada di pinggir pantai. Walau demikian, Pulau Payung Kepulauan Seribu tidak menyerah serta terus berbenah, untuk membuat makin menarik supaya pelancong makin banyak. Diantaranya yakni adanya rumah yang disewakan untuk beberapa pelancong yang akan bermalam di pulau itu. Minimal kira-kira ada seputar 7 rumah yang disewakan. Kemudian, masyarakat mulai seringkali memperoleh pesanan untuk mengantar pengunjung ke titik selam dangkal. Ini membuat beberapa nelayan lihat kesempatan lain, mereka menyewakan kapal mereka buat beberapa wisatawan. Beberapa dari mereka dapat bawa wisatawan untuk berkunjung ke Pulau Payung sesudah snorkeling, yang selanjutnya dibawa kembali pada Pulau Tidung.

Sewa Penginapan di Pulau Payung 


Kekuatan menyewa-nyewakan kapal ini jadi kesempatan usaha yang benar-benar bernilai buat beberapa masyarakat Payung. Kenapa demikian? Sebab hampir dalam tiap satu rumah di pulau Payung Kepulauan Seribu punya satu kapal. Serta tertera ada ada 25 kapal asli punya masyarakat Payung. Kapal buat masyarakat Payung punya peranan yang hampir seperti dengan motor di wilayah kita. Mereka memakai kapal ini untuk berlayar, tangkap ikan dengan jaring, bubu, atau pancing. Sayangnya dengan beberapa alat itu mereka tidak dapat memperoleh ikannya dengan optimal ,karena nelayan yang menyukai memakai bom untuk tangkap ikan. Jauh sebelum pulau ini ditempati, Pulau Payung makin banyak ditempati oleh pohon kelapa. Disamping itu, masyarakat di sini yakin bila geser dari satu pulau ke pulau lainnya adalah cara pengobatan penyakit yang ada diperutnya. Buah kelapa jadi unit makan yang mereka untuk jadikan sumber pendapatan.

Tetapi sekarang kondisi ekonomi di Pulau itu telah jadi lebih baik sebab bertambahnya pengunjung yang hadir. Umumnya mereka bertandang sebab ingin memperoleh pantai dengan spot-spot yang masih alami. Janganlah lupa untuk jaga kebersihan pulau itu supaya keindahan pulau Payung Kepulauan Seribu masih dapat terbangun.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar